Jumat, 26 Oktober 2018

Awal Perpisahan Harus di Akhiri Dengan Keikhlasan

Tangis haru seorang jemaah haji saat bertemu kembali dengan keluarga pada kepulangan jemaah haji di sekitar Karawang kota (budakulin)




Hidup memberlakukan beberapa peraturan tak tertulis yang mau tak mau harus ditaati oleh setiap penghuninya.Setiap yang hidup pasti akan mati,setiap ada pertemuan pasti akan ada pula perpisahan.Tak ada yang bisa menghentikan datangnya perpisahan.Entah pisah karena urusan dunia,maupun pisah karena kematian.

Pertemuan dan juga perpisahan pastinya akan menyangka pada angka 8 .Karena tak akan pernah putus.Setiap kali proses pertemuan terjadi,di saat itu pula awal dari perpisahan dimulai.Dan satu hal yang perlu di ingat,dalam proses ini semesta juga ambil bagian di dalamnya.Semesta yang akan menentukan kapan pertemuan tersebut dan apa sebab dari perpisahan.Setiap makhluk memiliki waktunya masing-masing selama proses ini.

Ada yang dipertemukan dan seketika dipisahkan ,ada juga yang bertemu kemudian berpisah setelah waktu yang lama atau mungkin dalam waktu yang sesingkat-singkatntya .Dan untukmu yang baru saja bertemu dengan orang tersayang,sudah siapkan dengan kata  perpisahan?

kalau saya ,siap gak siap juga sih,hehe.Tapi harus siap ikhlas juga..

Karena sesungguhnya  manusia yang tak pernah  tahu kapan akan bertemu dengan orang baru,dan juga tak akan tahu kapan perpisahan itu akan datang.Namun yang harus  siapkan dari awal  itu ,ya keikhalasan.



Eh sebelumnya,foto yang tertera dalam kutipan tulisan ini  hanyalah pemanis atau pelengkap dari setiap kata yang tak terucap.Sebenarnya,hehe




Kamis, 27 September 2018

Keragaman Budaya Indonesia dalam Parade Budaya HUT Karawang


Ribuan masyarakat Karawang padati Jalan Tuparev Karawang dalam perayaan HUT Kabupaten Karawang Ke-385 pada Hari Minggu(16/9) malam.



  Dua jam sebelum acara dimulai,ribuan masyarakat Karawang dari penjuru daerah memadati Jalan Tuparev Karawang .Mereka rela menunggu kemeriahan pawai kirab budaya dalam rangka |Hari Ulang Tahun Kabupaten Karawang yang ke-385  yang akan melintas jalan tersebut .


Tak sampai disitu,saya yang tidak sendiri saat menelusuri keramaian ini juga ikut menyaksikan beberapa atraksi atau tampilan budaya dari beberapa daerah di Indonesia.


Dalam rangkaian acara ini,selain melihat beragam budaya khas Kabupaten Karawang .Saya juga melihat penampilan keragaman suku-suku nusantara dari perkusi Benkulu,tarian dari Kalimantan Timur ,tarian Papua,Aceh,Jawa Timur,Bali dan pokoknya banyak deh.






Sampai acara selesai ,dan ribuan manusia kembali ke kandangnya .Saya menemukan pedagang yang masih singgah di persimpangan jalan.Namun aku hanya memotret topeng  yang di pajangnya.Selesai.


Jumat, 24 Agustus 2018

Berbicaralah Pada Sepatu Jelek

Sepatu rusak milik salah seorang pejuang (foto may/handphone)




Sepatu adalah kata benda yang disebut  pembungkus kaki yang biasa dibuat dari kulit,karet ataupun jenis lainnya.
Sepatu bentuk yang tidak persis namun serasi,dan saat jalanpun tak kompak namun tetap tujuannya sama,tidak pernah ganti posisi tapi saling melengkapi selalu .Dan jika salah satu dari pasangannya jelek pun tak masalah.Yang penting masih dapat dipakai oleh sang pemilik.

Jika pemilik enggan memakainya ,dengan alasan rusak ataupun hal lain.Sepatu tetaplah sepatu ,benda mati  yang tak mungkin memaksa pemilik untuk memakainya.

Tapi tak jauh berbeda dengan sifat manusia .Jika sudah dinilai jelek ya kalau engga dijauhin mungkin bisa saja dilupakan .Padahal kan masih bisa diperbaiki.

Jadi intinya.Bisa dimengertilah pastinya ,hehe \\\\\

#budakulin


Sabtu, 07 Juli 2018

Foto Tidak Sesuai dengan Caption

Seorang penjahat jalalan sedang melakukan reka ulang tindak kejahatan di sekitar TKP pada bulan Juni lalu .(foto may)



Kebanyak orang tidak pernah menulis suatu hal yang  sesuai dengan foto yang dicantumkan .Karena meraka  menganggap foto hanya sebagai pemanis dalam sebuah kata yang dirangkai.Hal demikian juga dilakukan oleh aku sendiri.hehe

Namun caraku berbeda.Dan itu tak akan aku kasih tau kepada siapapun.Termasuk yang baca blog ini.

#budakulin

Rabu, 04 Juli 2018

Belajar Ikhlas dari Sebuah Foto


Sebuah potongan tangan terjatuh ,tidak jauh dari kedua kaki pemilik.


Gmbar ini saya ambil secara tidak sengaja saat sedang berbelaja disebuah Mal sekitar Wilayah Karawang beberapa waktu lalu. Gambar yang saya dapatkan mengingatkan saya dengan  kata yang dikutip Tere Liye "Daun yang jatuh tak pernah membenci angin.Dia membiarkan dirinya jatuh begitu saja.Tak melawan.Mengikhlaskan semuanya".Dan begitupun saya mengartikan sebuah potongan tangan yang jatuh tidak tidak jauh dari kedua kaki pemilik tanpa melawan,dan mengikhlaskan begitu saja.



#budakulin

Senin, 18 Juni 2018

Suka Duka Seorang Tukang Service Radiator di Karawang




             Sekitar tiga minggu yang lalu,kalau tidak salah.Saya bersama kawananku menelusuri sudut kota di Karawang.Setelah berjalan kurang lebih lima belas menit kemudian.Aku bertemu dengan        seorang pria paruh baya yang sedang mengoprasikan pekerjaannya yang sebagai tukang service    radiator.





      Sudah sekitar puluhan tahun,tepat pada ia masih duduk dibangku Sekolah Menengah Atas,Endang (65) sudah  membuka usaha memperbaiki radiator motor .Dengan kondisi fisik yang yang saat ini sudah layu,pria ini tetap semangat dalam menjalani pekerjaannya.




Mulai dari dicemooh hingga dipandang sebelah mata,pria asli asal Karawang ini ,ia terima dengan lapang dada.



Endang membuka usaha service radiator di ruko pinggir jalan tak jauh dari  Pasar Baru Karawang .Dengan menggunakan alat seadanya. Endang dapat mengobati berbagai kerusakan pada radiator .





Sejumlah pelanggan pun terus berdatangan untuk menservis radiator kepadanya.Selain harganya murah ,tidak butuh waktu lama untuk Endang memperbaiki barang tersebut.



#budakulin












Kamis, 03 Mei 2018

Aksi Teaterikal di Hari Bumi











   


                                                                     #budakulin